Sabtu, 03 Januari 2009
SITUS PORNO BERKEDOK ISLAMI
Saya terus mengklik scrool down pada layar, semakin banyak foto-foto berbagai macam busana muslimah. Hingga suatu ketika saya menemukan sebuah kalimat yang berbunyi "mengintip aurat jilbaber". Saya mulai merasakan ada suatu kejanggalan dalam situs itu. Hingga akhirnya.. " Astagfirullah..!" saya terperanjat ketika menemukan sebuah foto yang (maaf) tengah bugil tanpa di balut sehelai pakaianpun. Hanya kepalanya saja yang dihiasi oleh sebuah jilbab. Hanya menghiasi. Tidak menutup aurat! Dibawah foto tersebut tercantum sebuah tulisan " Bagi anda para muslimah, buruan kirimkan foto-foto kamu seperti foto-foto tersebut. Jika anda ingin situs ini menjadi maju dan besar, sebarkan foto-foto disitus ini kepada teman-teman anda....". Tidak itu saja,saya juga menemukan sebuah link yang bertuliskan "kisah-kisah nesum para jilbaber". Setelah mengkliknya, saya menemukan beberapa judul berbau mesum.
Terus terang saja, sebagai salah satu muslimah, hati saya terasa teriris ketika melihat situs tersebut. Saya merasa kesal (mengapa mereka tega berbuat ini?), malu (apakah foto tersebut benar-benar foto seorang jilbaber?),dan heran (kalau memang benar,mengapa ia mau berpartisipasì?). Apa sih maksud dan tujuannya membuat situs semacam itu? Apakah hanya sekedar sensasi? Atau ingin menyebar fitnah? Atau ingin merusak umat Islam? Ataukah ada misi dibalik itu yang Na'udzubillahhamin dzalik.. Hanya 4WI yang tau.
Dalam Islam sudah dijelaskan masalah aurat wanita,dan kita menjaganya untuk mematuhi ajaran agama yang sekaligus menjaga harga diri kami. Mengapa ada oknum-oknum yang dengan sengaja ingin merobohkan iman dan membangkitkan nafsu syahwat dengan membuat situs semacam itu? Mengapa harus menodai sebuah agama dengan sesuatu yang berbau nista? Melalui tulisan ini saya hanya ingin mengingatkan tentang kewajiban bagi seorang wanita yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam Al-qur'an yang berbunyi " Katakanlah bagi wanita-wanita yang beriman agar mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali pada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka" (Q.S An-Nuur:31).
MAHASISWAPUN BISA CARI DUIT SENDIRI

Siapa bilang Mahasiswa ga bisa mandiri? Siapa bilang Mahasiswa cuma bisa ngabis-ngabisin duit doang? Memang bener sih, sebagai mahasiswa budget yang kita keluarkan tidak sedikit. Mulai dari biaya SPP, DPP, uang buat beli buku dan alat tulis, fotokopi-fotokopi, ngeprint tugas kuliah, pulsa. Belum lagi biaya yang dibutuhkan bagi mereka yang jadi anak kost, seperti biaya sewa kosan or kontrakan, makan, minum, ngisi galon, urunan bayar listrik, telpon,sampah, beli kompor, wajan, pembersih lantai, kebutuhan sehari-hari kayak deterjen, bahan makanan,dll. Aduuuuhh... pusing rasanya kalo pengeluaran terus membengkak. Kita harus pinter-pinter memanage pemasukan dengan pengeluaran. Apalagi kalo sebelum saatnya dapet kiriman, tapi duit udah habis duluan. Masa’ kita harus ngutang melulu sih?
Naaaah... untuk mengatasi masalah diatas, ada baiknya kita tidak hanya mengandalkan uang kiriman dari keluarga. Kitapun bisa berusaha untuk mencari penghasilan sampingan. Walaupun tidak 100% dapat mengcover semua kebutuhan. Tapi paling tidak... kita bisa belajar untuk hidup mandiri lah!
Sebenarnya, kalo kita mau.. peluang usaha disekitar kita banyak lho.. tinggal bagaimana kepekaan kita untuk menangkap peluang itu dan tekad untuk melaksanakannya. Berikut ini adalah pengalaman-pengalaman penulis semasa kuliah, semoga bisa jadi inspirasi buat teman-teman semua...
1.
Bisnis foto di event-event
Ide ini muncul ketika melihat bakat n minat... mantan (ups.. rada berat ngomongnya. Yang jelas waktu itu belum berstatus mantan,lah..) gue dalam hal fotografi n editing video juga bakat-minat gue dalam hal seni, enterpreneurship n manejemen (menurut dia sih). Dia yang jadi fotografernya, gue yang jadi manajer sekaligus PRnya. Wakakakak... misalnya di organisasi ada diklat or event-event kampus lainnya, kita motret-motret n record-record sesuai pesanan maupun tidak. Setelah foto dan videonya jadi, kita promosiin ke mereka. Ternyata banyak yang pesen. Wuihh...
2.
Jualan kembang pas wisuda
Ini dia ritual rutin tiga kali setaun. Saat wisuda tiba, bareng sobat gue yang sama-sama doyan bunga, kita beraksi dari mulai hunting bunga ke kebun bunga di Pujon Batu sampe begadang ngerangkai bunga pada malam harinya. Pas hari H udah siap dikampus mulai jam 04.30 pagi. Saat temen-temen kosan masi pada kencan dengan selimut dan bantal mereka masing-masing. Saat wisudawan / wisudawati belum kelar dandan disalon, kami dah standby di depan UMM dome dulu-duluan nyari daerah trayek dengan pedagang bunga lainnya. Kami lebih memilih untuk berjualan kembang idup / asli karena sudah banyak saingan-saingan yang menjual bunga plastik. Selain itu kembang hidup lebih banyak dicari dan harga jualnya lebih tinggi dibanding dengan kembang plastik / tiruan. Hoby kami inipun ga cuma kami jalankan di kampus kami aja. Tapi merembah ke kampus-kampus lainnya. Lumayanlah.. selain wawasan dan pergaulan bertambah, bisa sekalian latihan berwirausaha sambil ngecengin anak-anak kampus lain. Hehe..
3.
Jadi agen tanaman hias
Kali ini gue kerja sama dengan link gue, Adi W***ya, Alumni sebuah Universitas ternama di Malang Fakultas teknik ( Sory bro, ga bermaksud gue untuk promosiin nama lo disini), Adi menggandeng beberapa temennya karena modal yang kami butuhkan tidak sedikit. Sistemnya sharing modal dan pembagian hasil berdasarkan prosentase modal. Hasil yang didapat lumayan banyak. Untuk bunga Aglonema saja 1 lembarnya seharga Rp 100.000,00. Kalo 1 tanaman Aglonema punya 10 daun berati harganya Rp 1.000.000,00. Tapi sayangnya di bisnis ini gue apes. Adi berikut modal yang gue setorin ke dia plus penghasilan gue lenyap tanpa jejak hingga sekarang. No HP dia gue hubungin ga bisa melulu. Hks... hancur hatiku. Diii... lo dimana? Buruan balik!!! Pelajaran buat temen-temen, jangan mudah percaya dengan orang lain. Memberi kepercayaan untuk menjalin relasi itu baik, tapi kita harus tetap waspada. Waspadalah... waspadalah...
4.
Jualan ta’jil pas bulan puasa
Ini pengalaman yang asyik banget. Kebetulan salah satu anggota KOPMA ada yang jago bikin kolak lidah buaya. Maka gue bersama temen-temen KOPMA jualan kolak lidah buaya. Cara jualannya cukup unik n seru abis, kalo penjual ta’jil lainnya kebanyakan yang mangkal, kami lebih memilih jualan keliling sambil tepe-tepe. Door to door pula thu. Kita cewe’-cewe’ yang teriak-teriak menjajakan dagangan, cowo’-cowo’ yang ngebawa barang dagangannya, dilehernya dikalungin tulisan ” JUAL KOLAK LIDAH BUAYA...(DARAT) UENNNAK LHO...!” hihihi..
5.
Jualan jilbab
Perlu ketelatenan tingkat tinggi dalam menjalankan bisnis ini. Karena selain laba yang diperoleh gak begitu tinggi, kita harus bersabar ketika barang dagangan kita di obrak-abrik pembeli. Udah gitu dikomentarin macem-macem n ga jadi beli. Sabar... sabar... sistem yang gue pake adalah Konsinyasi. So, sebanyak apapun Suplyer menyetok barang, siapa takuuuut..!!
6.
Agen Aqua Galon
Sebenernya bisnis ini bukan gue yang nyari. Tapi tawaran datang dari si abang galonnya langsung. Gue ditawarin untuk jadi agen galon untuk stok anak-anak kosan. Sistem yang dipakai adalah Cash. Semenjak gue ngejalanin bisnis itu, gue dapet panggilan baru dari anak-anak kosan ”Juragan galon... juragan galon...”
7.
Berpartisipasi dalam event-event
Ini adalah bentuk wirausaha dalam hal jasa. Kebetulan selama kuliah, kampus gue sempet kebagian jadi tuan rumah 2 event besar nasional, yaitu Muktamar Mahammadiyah dan PIMNAS. Kita bisa berpartisipasi menjadi panitia, penari, pembaca ayat kursi Al-Qur’an,dll. Dijamin banyak manfaatnya. Selain latihan fisik, tambah pengalaman, wawasan dan teman senusantara, dapet fee juga. Kan Asyik thuu..!
8.
Melamar sebagai tenaga-tenaga yang dibutuhkan di kampus.
Masih berupa wirausaha dalam bentuk jasa, biasanya dikampus dibuka lowongan-lowongan untuk para mahasiswa. Sebagai contoh, dikampus gue ada lowongan sebagai tenaga assistant dosen / lab, tenaga ‘part timer’ , pendamping P2KK, dan instruktur Aplikasi Internet. Gue pernah mencoba ngelamar sebagai Instruktur aplikasi Internet, Melalui seleksi ketat semua pelamar harus melewati 3 tahab tes. Di antara 100an orang pelamar hanya dipilih 30 orang saja. Alhamdulillah gue terpilih, dan tahun depannya mencoba melamar lagi dan terpilih lagi.
9.
Hunting beasiswa.
Di setiap Universitas pasti ada yang namanya Beasiswa. Seperti beasiswa Prestasi, beasiswa Aktivis, Beasiswa kurang mampu, beasiswa alumni, dll. Gue pernah mencoba mengajukan beasiswa prestasi dan beasiswa aktifis. Alhamdulillah depet salah satunya. Butuh ketelatenan dan keuletan juga dalam menjalaninya. Karena persyaratan yang dibutuhkan cukup ribet. Mulai dari ngurus surat aktif berorganisasi ke organisasi kita (untuk beasiswa aktifis), bikin surat pernyataan yang ditandatangani Pembantu Dekan III (Susahnya nguber-nguber si Bapak buat minta tanda tangan), sampe ngurus-ngurus administrasi laennya ke Pak RT, Pak RW dan kantor kelurahan.
COMPLICATED..!!!!
Malang – jam 12 malam - Kampus putih – dingin – menggigil – bersama teman-teman – keluar sekret – menghela nafas – menyeka keringat - persiapan besok – agenda besar tahunan - kembali kekosan masing-masing – dikosan –sunyi - sepi – semua lampu padam – tak ada tanda-tanda kehidupan - masuk ke kamar – ganti baju – ambil wudhu – sholat isya’ -telpon berdering – kuangkat – ngobrol pengalaman sehari – ingin tertawa – ingin menangis - tegang – perasaan campur aduk – telpon selesai – nyalakan alarm – coba pejamkan mata – susah... – kembali kupejamkan mata.. – tidak bisa juga – lihat jam dinding – jam 2 dini hari - kuambil headset – sumpel kuping – berdoa – coba pejamkan mata lagi – akhirnya tertidur - ZZzzz - jam 4 subuh – dingin – menggigil - membuka mata – kucek-kucek mata - meraih hape – ada SMS – “gimana persiapan RATmu? aku pasti datang, tapi ga tau aulamu dimana. Ntar Q telp di depan gedungmu” – clik ‘reply’ - menengok jam dinding – melepas selimut - bangkit dari pembaringan – langkahkan kaki – buka pintu – ke kamar mandi – ambil wudhu – sholat subuh – melipat mukena – mengambil map – bereskan arsip – masukkan dalam tas – baca undangan – “ontime jam 7 pagi ya, panitia, pengurus,pengawas: wajib jam 6…” – ambil handuk – mandi- dandan.
Malang - jam 6 subuh – depan kosan - pakaian rapi – formal – menuju kampus – kumpul disekret – acara RAT – posisi; pengawas – langkahkan kaki – tiba di depan sekret – menengok ke dalam – sepi... – tak ada 1pun manusia - langkahkan kaki – tiba di depan aula – menengok kedalam – sepi… - hanya ada 1 manusia – ketua pelaksana – dia menyapu – “dimana panitiamu?” – “sedang persiapan dikos masing-masing mbak” – hembuskan nafas – bantu bereskan ruangan – letakkan sapu – langkahkan kaki – kedepan aula – melihat jam tangan – jam 6.30 – menelpon si A (21,f) – orang penting di organisasiku – pejabat tertinggi di sini - “kamu dimana?” – “bentar lagi kesana, mbak” – duduk dikursi depan aula – menunggu.. – panitia datang – merapikan meja admin – siapkan berkas sidang – siapkan konsumsi – semua beres – panitia, pengurus, pengawas lengkap - tinggal menunggu peserta – tapi tunggu… - si A menarik tanganku – “mbak, kita ada masalah” – si A gelisah – wajahnya merah – dahi berkerut - kugenggam tangannya - dengarkan curhat – membisikkan sesuatu – si A mengangguk – tersenyum lega – si A pergi - melihat jam – jam 7.00 – menengok ke dalam – sepi – belum ada peserta – kembali keluar – ngobrol dengan panitia dan pengurus - Hp berdering – ”acaramu dah mulai?” – ”bentar lagi” – masukkan HP - si A kembali – ku bertanya – si A mengangkat bahu dan kedua tangannya – peserta berdatangan – semua masuk – dalam ruangan – kutarik kursi – duduk- disebelah si B (23,m) – rekan sejawat – yang juga sahabatku – dan juga 1 LPJ denganku - men’silent’ HP - acara pembukaan dimulai – HP bergetar – kuijin keluar – langkahkan kaki – menengok kiri-kanan – seseorang memanggilku – Ternyata si C (23,m) sudah datang – salah satu tamu undangan – kampus lain - orang yang tadi menelponku – orang yang saat itu sedang dekat denganku – orang yang memiliki pengaruh yang besar diluar sana - jabatan tertinggi di luar sana – bersama temannya – si D (24,m) – juga tamu undangan – sama-sama memiliki jabatan penting – sama-sama tertinggi - tapi tak begitu dekat denganku – tak begitu mendapat simpati siapapun - ku tunjukkan jalan – jalan bersama – menuju ruang sidang - seseorang mengintip dari dalam – kuajak mereka masuk – kudampingi mereka - kududuk disamping si C– pembukaan dimulai – kata sambutan – kata sambutan selesai – pembukaan selesai – pembicara pamit – si A mendekatinya – akupun mendekatinya - mendampingi keluar – si C dan si D mendekat – berbicara sesuatu pada pembicara - si D menjabat tangan pembicara – pembicara keluar ruangan – si C berpamitan padaku – aku tersenyum - seluruh tamu undangan keluar – termasuk si C dan si D – ruangan dikondisikan – sidang segera dimulai – aku kembali ke tempat duduk – disamping si B – kondisi tenang – tertib – presidium menempati posisi – palu sidang diketuk tiga kali – seseorang menghampiriku – membisikkan sesuatu – aku tersentak – meminta ijin kepada presidium – ku langkahkan kaki – keluar ruang sidang – menengok kanan dan kiri – seseorang menunjuk ke samping gedung - kudengar keributan – disana si A dan si C – si A berkecak pinggang - menuding-nuding si C – mendorong bahu si C - bersuara keras – si C mencoba menenangkan – aku terkejut – apa yang terjadi? – ku lari menghampiri – mencoba melerai – si A menarik tanganku – menjauhi si C – ketempat sepi – tak ada orang – tak ada yang dengar – si A berkacak pinggang – menunjuk–nunjuk hidungku – menuding ke arah si C - bersuara keras – bernada tinggi – bicara sejadi-jadinya - mengepalkan tangan – memukul dinding – wajahnya merah – air mata menetes – aku takut - aku terdiam – tak tahu apa2 – pasrah - mengelus dada – baca istigfar - aku bersuara pelan – merendahkan nada bicara – meminta penjelasan – mengajak si A duduk – si A duduk – aku duduk disampingnya – si A diam – nafasnya tersengal-sengal – tangannya mengepal erat – menggigit bibirnya sendiri – aku dekati – meminta maaf – atas nama pribadi – atas nama si C – si A terdiam – menghapus air mata – berlari – meninggalkanku – aku masih terduduk – berfikir – ada yang tidak beres – dan harus diselesai kan – ku bangkit dari tempat duduk – melangkahkan kaki – mencari si C – dia tengah ngobrol dengan si D – kutarik lengan jaketnya – mengajaknya ke samping gedung – dimushola – kami berdiskusi – si C kecewa – si C menunjuk keluar - si D datang – mencari si C – si C mengajaknya masuk juga – kami berdiskusi ber 3 – klarifikasikan yang terjadi – ada kesalah pahaman - aku meminta maaf – atas nama pribadi – atas nama si A - atas nama organisasiku juga - si A menenangkanku – kemudian pamit – kami keluar mushola – aku kembali ke aula – masuk ruang sidang – kembali duduk – ambil posisi paling belakang – suasana khidmat – sidang sedang berlangsung – draft dibacakan – peserta ”order” – palu sidang diketuk satu kali – draft dibacakan – peserta ”justifikasi” – palu sidang diketuk satu kali – draft dibacakan - paserta ”order” – ”justifikasi” – ”klarifikasi” – ” informasi” – suasana gaduh – palu sidang diketuk berulang-ulang – aku pusing – tidak seantusias biasanya – kulihat sekeliling – rasanya berputar – kulihat si A – duduk paling depan – memandangku dengan sudut matanya – di ikuti pengurus lainnya - memandangku dengan sudut mata mereka – aku pusing – kucoba tenang – fokus... fokus.. fokus... – tidak bisa – ku sesak nafas – kucoba tenang – tarik nafas dalam-dalam – hembuskan nafas – kuraih draft sidang – kubaca – tulisan berbayang-bayang – kemudia berhamburan - aku mual – ku tundukkan kepala – terbayang wajah si A – dengan pandangan disudut matanya - dengan suara kerasnya – dengan tudingannya – dengan air matanya – terbayang wajah si C – ah..... bertambah pusing – ku ingin teriak – kuteriak sekeras-kerasnya – tak ada 1pu yang dengar – kuteriak dalam hati – kuraih HP – SMS si Maniez – sahabatku – teman 1 organisasiku juga – yang selalu ada disampingku – namun kali ini tidak ada – ada SMS balasan – q baca – ”sory Chantik, gw ga bisa datang” – ku kecewa – kutundukkan kepala – kuletakkan kepala di atas meja – tak terasa air mata mengalir – mengalir... semakin deras – tak terbendung lagi – ku tahan suaraku –tak berani mengangkat kepala – tiba-tiba... – sepasang tangan halus mengelus rambutku – mendekapku – ternyata si maniez – ”gue dateng buat lo, chantik. Gue ada buat lo. Gue siap dengerin semuanya” – air mata masih mengalir – kugandeng tangannya – dia merangkulku - keluar ruang sidang – melangkah kemushola – ku ingin cerita – ku ingin curhat – ku ingin katarsis – tak terasa, tangis ku meledak – nafasku semakin sesak – kepala terasa berputar – badanku kaku – lemah terkulai – aku roboh – berputar – gelap – semua hilang....
”mbak Nida... jangan pingsan, ayo bangun. Maafin aku ya..” si A memelukku.
Malang – jam 9 pagi – kamar kosan - q masih ditempat tidur – masih pusing – baru tidur jam 6 subuh – sidang baru selesai jam 5 subuh - HP berdering – si C menelponku – tanya kabarku – ngomongin masalah kemarin – dia kecewa – pencemaran nama baik – ingin permintaan maaf dari si A – secara organisasional - kudengarkan saja – suaranya mengeras – kudengarkan saja – nadanya meninggi – kudengarkan saja – aku angkat bicara – perdebatan sengit -pembicaraan semakin tak enak - kepalaku sakit lagi – kututup telpon – HP berdering lagi – kuangkat dengan malas – suara disebrang terdengar – ”Seberapa peliknya masalah organisasi kita, seberapa peliknya perseteruanku dengannya... hubungan kita akan tetap baik-baik aja. Kamu tenang aja. Kamu ga salah apa-apa. Biar kuselesaikan masalahku dengannya.” – aku sedikit lega – tapi juga cemas – aku sayang si A – kuanggap adikku sendiri – aku juga sayang si C – berdamailah.. berdamailah...
Malang – jam 4 sore – kosan - ada SMS – aku baca – ” Dari tadi kok Hpmu ga bisa di hubungi? Dalam rangka menjaga hubungan baik kita, aq permisi dulu sama kamu, mau menuntaskan masalahku dengan si A. Hingga benar-benar tuntas” – deg... – ternyata semuanya belum selesai...
Teaching point of this case
Ada baiknya untuk tidak menelan mentah-mentah suatu permasalahan. Klarifikasi dan kompromi adalah solusi yang tepat untuk menyelesaikan konflik intra dan antar organisasi jika aspek yang paling dominan dalam konflik ini adalah aspek salah paham.
(akhirnyaaa, hasil penelitian skripsi gue disebut juga dalam blog ini)
KAMI MEMBELI LAYANAN, BUKAN PRODUK…. (Part 2)
Mungkin diantara rekan-rekan lainnya masih banyak yang mengalami hal serupa. Kasus-kasus seperti itu menggambarkan bahwa betapa rendahnya kualitas pelayanan dibeberapa tempat, khususnya pada sarana dan prasarana umum di Indonesia.
Pada semester yang lalu, sayapun melakukan penelitian pada sebuah sarana umum yang berada di kampus mengenai kualitas pelayanan. Metode penelitian yang saya gunakan adalah Questioner, Observasi dan Interview dengan menggunakan 60 orang subjek yang berasal dari 10 Fakultas yang ada dikampus saya. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa Sebanyak 45 % jawaban responden mengeluhkan masalah fasilitas. Yang lainnya memiliki tanggapan yang cukup baik mengenai segala fasilitas pelayanan yang di berikan oleh intansi tersebut. Hal ini disebabkan oleh fasilitas-fasilitas yang lengkap dan modern. Namun, menurut 55 % tanggapan responden menyayangkan masih banyaknya kekurangan dari segi Sumber Daya Manusia. Para responden mengeluhkan masalah pelayanan para petugas yang kurang memuaskan, seperti kurang ramahnya para petugas, petugas kurang dapat memberikan informasi yang diinginkan oleh pengunjung, sering mengacuhkan pengunjung, petugas yang kebanyakan mengobrol saat bekerja, dll.
Beberapa kekurangan dalam segi Sumber Daya Manusia dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti yang dikemukakan oleh Moenir (1992 : 41) Beberapa kemungkinan tidak adanya layanan yang memadai, antara lain:
-
Tidak / kurang adanya kesadaran terhadap tugas / kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya. Akibatnya mereka bekerja dan melayani dengan santai, padahal orang yang menunggu hasil kerjanya sudah gelisah. Akibat wajar dari ini ialah tidak adanya disiplin kerja.
-
Sistem, prosedur dan metode kerja yang ada tidak memadai sehingga mekanisme kerja tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
-
Pengorganisasian tugas pelayanan yang belum serasi, sehingga terjadi simpang siur penanganan tugas, tumpang tindih (over lapping) atau tercecernya suatu tugas tidak ada yang menangani.
-
Pendapatan pegawai yang tidak mencukupi memenuhi kebutuhan hidup meskipun secara minimal.
-
Kemampuan pegawai yang tidak memadai untuk tugas yang dibebankan kepadanya. Akibatnya hasil pekerjaan tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.
-
Tidak tersedianya sarana pelayanan yang memadai. Akibatnya pekerjaan menjadi lamban, waktu banyak hilang dan penyelesaian masalah terlambat.
Perusahaan industri jasa pelayanan yakni sebuah bisnis yang sangat tergantung pada orang-orang yang terlibat di dalamnya. Pada hakikatnya, pengunjung / pelanggan tidak membeli sebuah produk, tetapi mereka membeli sebuah pelayanan., selaku pihak yang membutuhkan pelayanan Ini merupakan falsafah bisnis dalam upaya memberikan ”pelayanan yang prima”.
Lantas, apa saja yang diinginkan oleh para pelanggan...?
Yang diutamakan dalam layanan prima bukanlah slogan-slogan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, melainkan bentuk nyata pelayanan yang sebelumnya sudah diberikan dalam pelatihan-pelatihan dan dapat diterapkan pada praktek di lapangan ketika berhubungan langsung dengan pelanggan. Seperti halnya dengan yang diharapkan oleh para pengunjung yang menginginkan adanya pelayanan yang prima dari para karyawan dan para petugas instansi terkait.Selain layanan prima, penyedia jasa perlu menguasai lima unsur, yaitu CTARN (Cepat, Tepat, Aman, Ramah-tamah dan Nyaman). (Sugiarto, 2002:42). Oleh karena itu, marilah kita tinggkatkan kualitas Pelayanan guna meningkatkan mutu perusahaan / instansi terkait.
Sumber:
Sugiarto, Endar. 2002. Psikologi pelayanan Dalam Industri Jasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Moenir, AS. 1992. Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta : Bumi Aksara
KAMI MEMBELI LAYANAN, BUKAN PRODUK…. (Part 1)

Pengalaman ini saya dapatkan tidak hanya sekali, dua kali, ataupun tiga kali. Tetapi sangat sering. Salah satunya adalah ketika saya bersama sahabat saya berbelanja di sebuah departemen store terkemuka dikota saya. Saat itu, Maniez, sahabat saya (bukan nama sebenarnya) sedang memilih-milih baju. Beberapa baju ia perhatikan. Hingga jatuhlah pilihannya pada sebuah baju rajutan berwarna hitam.
” Nid, baju itu bagus. Gue pengen beli yang itu. Tapi, boleh dicoba gak ya? Takut ga muat...” Maniez sadikit bimbang. Hingga akhirnya, ia mendekati salah satu pramuniaga yang sedang jaga.
” Maaf mbak..baju ini boleh dicoba? saya tertarik untuk membeli baju ini, tapi... saya ingin memncobanya terlebih dahulu”
Dengan wajah yang kurang bersahabat, si Pramuniaga pergi meninggalkan Maniez tanpa berbicara sepatah katapun.
Maniez berfikir bahwa Pramuniaga tersebut sedang sibuk. Maka iapun menunggu beberapa saat, kemudian kembali bertanya kepada pramuniaga tersebut.
” Bagaimana mbak, baju itu boleh dicoba tidak?”
Dengan nada tinggi dan wajah cemberut, pramuniaga tersebut menjawab ”Gak boleh dicoba mbak!!!” dan sambil berlalu begitu saja. Kontan saja Maniez sangat terkejut mendapat perlakuan seperti itu. Ia langsung meletakkan baju itu dan menarik tangan saya untuk segera keluar dari toko tersebut.
” Gue jadi gak minat ama tu baju lagi Nid...”
DI UJUNG TAUBAT
Hening sejenak
Saat itu kukenang
Rahmat...
Cobaan...
Dan Ujian dari Allah
Subhanallah...3 X
Alunan dzikir
Membawa semua
‘Tuk kembali ke jalan-Nya
Panggilan Adzan…
mengajak semua
‘tuk bersujud kepada-Nya
Marilah menuju kemenangan...3X
Akankah kemenangan kita dapatkan
Tanpa usaha?!?!?! Akankah ?!!
Astagfirullah.. 3X
Ya Allah...kami takut ya Allah
Bila kau cabut nyawa ini sekarang juga
Kami hanya sosok
penuh noda...
Penuh dosa...
Penuh nafsu...
Yang tak tau bagaimana
Cara mengendalikannya
Beginilah hamba-Mu
Beginilah makhluk-Mu
Inikah Yang disebut sbagai khalifah?
Wahai insan manusia
Dalam liang kehancuran
Tanamkan kebajikan ’tuk kemudian hari
Hapuskan kepicikan slama ini
Tuhan...Jangan tutup pintu tobat-Mu
Untukku
Allahu akbar... Allahu akbar...
Allahu akbar... Allahu akbar...
Allahu akbar... Allahu akbar...
Allahu akbar... Allahu akbar...
Allahu akbar...
PRIBADI YANG BERFUNGSI SEUTUHNYA
Terbuka untuk mengalami
Sebagai manusia sosial yang selalu berinteraksi dengan makhluk lainnya, tentunya kita punya seabrek pengalaman. Baik itu pengalaman positif (ex: menyenangkan ) maupun negatif (menyedihkan, memuakkan ). Terkadang kita cenderung menghindari pengalaman-pengalaman negatif. Namun orang yang berfungsi utuh akan terbuka untuk memiliki pengalaman-pengalaman negatif itu. So, apapun yang terjadi, dia always siap menghadapi dengan lapang dada.
Hidup menjadi
Setiap pengalaman dipandang baru dan unik, berbeda dengan yang pernah terjadi. Kita kudu siap menghadapinya tanpa diawali prasangka dan harapan sebelumnya.
Keyakinan Organismik
Orang mampu pake’ perasaannya yang terdalam sebagai sumber utama membuat keputusan. Misalnya, berani berkata ”tidak” untuk hal yang gak sesuai dengan hati nuraninya.
Pengalaman kebebasan
Orang yang b’fungsi sepenuhnya memiliki pengalaman hidup bebas dengan cara yang diinginkan / dipilih sendiri, tanpa perasaan tertekan or terhambat.
Kreativita
Orang dengan Good Life berkemungkinan besar untuk memunculkan sumber-sumber kreatif (Idea, prroject, action) dan hidup kreatif. So, klo kamu pengen mengoptimalkan Sumber Daya yang kamu miliki, kreatiflah...
(Sumber: Alwisol, 2004. Psikologi Kepribadian.Malang: UMM Press)
