Tampilkan postingan dengan label PuisiQ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PuisiQ. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Oktober 2011

Puisi Award WR - AKU REMBULAN... DENGAN RONA CAHAYA SANG BINTANG





Aku disini...
Semu... Dalam dentingan malam
Syahdu dalam temaram
Hanya berteman nyanyian alam
Hening jiwa mencekam


Aku disini...
Menatap indah sang penerang
Dibuai beribu bintang
Yang janjikan terang
Dan benar adanya! Tampak benderang

Aku disini...
Berparas elok seulas cahaya
Siluet penerang biaskan asa
Agungkan karya Sang Maha Pencipta
Sirius... Arcturus... Atau Vega

Aku disini...
Nantikan cahya sejati
Smoga tak lagi silih berganti
Hingga datang yg abadi
Pengisi rona cahya untuk diri
Dan berjanji...
"Akulah cahaya hakiki,
Penerangmu yang tak kan pernah terganti!"

By Zainida
Soerabaja, Dibawah rembulan Perak Barat.
Jum'at 7 Okt 2011



Lomba Menulis Puisi
Oleh Joni Lis Efendi Full
Ekspresikan Dirimu dengan Puisi
Deadline: 20 Oktober, pukul 22.00 WIB

Syarat dan ketentuan:
Terbuka untuk umum dan anggota Writing Revolution.
Bersifat perorangan, masing-masing peserta hanya boleh mengirim SATU PUISI.
Puisi ditulis di Catatan/Note Faceboknya kemudian Tag minimal 20 teman dan juga cantumkan informasi ini di bagian bawah puisinya.Tulis di bagian judul Catatannya "Puisi Award WR-Judul Puisi". Kemudian copas link/tautan catatan puisinya beserta judul puisi ditambah biodata singkat (bentuk narasi/deskripsi) ditulis dalam kotak pesan (inbox) lalu kirim ke email:lombapuisi_wr@yahoo.co.idPenentuan 10 Nominator berdasarkan dukungan (LIKE/SUKA) terbanyak, kemudian akan dinilai untuk menentukan 5 Puisi Pemenang.5 Puisi Pemenang mendapat beasiswa Sekolah Menulis Puisi Online (SMPO) Writing Revolution dan puisinya dimasukan dalam antologi Pilihan Writing Revolution 2011.Tentang SMPO WRITING REVOLUTION info lengkap klik:http://menulisdahsyat.blogspot.com/2011/03/sekolah-menulis-puisi-online-smpo-harga.html#more
Koordinator lomba: Anung D'Lizta, Fitri Wiradarya dan Nurjannah Jaimbum.

Rabu, 03 Agustus 2011

Tetaplah bersinar!


Titik air di awan, bimbang tentukan arah. Akankah mengikuti arah angin yang menjanjikan gemerlap keindahan? Ataukah tinggal bersama awan yang selama ini memberinya keteduhan? Mentari datang... Berikan secercah pencerahan. Membimbing dan menyinarinya.. Hingga menjadi pelangi dengan rona indah warna-warni. Semakin yakin akan potensi yang dimilikinya. Tersirat asa tuk mewarnai dunia sekelilingnya. Membawanya smakin mengagumi kebesaran Yang Kuasa. Namun saat ini, Mentari mulai redup. Gelisah tertutup awan. Resah terusik kabut. Namun, satu keyakinan: Mentari tak kan pernah lelah bersinar. Dan kembali hangatkan dunia. Tetap semangat, Mentari! Kami rindukan cerahmu...

Juanda, 2 Juni 2011

Minggu, 01 Februari 2009

TERIMA KASIH ATAS CINTAMU…

Ngalam, 14 Februari 2008

Kepada-Mu yang tlah meniupkan ruh pada jasadku...
Terima kasih telah memberikanku kehidupan,
sehingga kudapat menghirup udara segar dan memandang indahnya mentari.

Kepadamu yåñg tlah melahirkanku...
Terima kasih selalu membimbingku & menjadikan tempatku berteduh dengan cintamu,
Sehingga ku merasa nyaman disampingmu.

Kepadamu yang selalu menafkahi kami...
Terima kasih telah menanamkan nilai-nilai idealismemu,
Sehingga ku dapat menentukan jalan hidup dan tak tersesat.

Kepada kalian yang slalu mengiringi langkahku...
Terimakasih telah setia disaat suka dan dukaku, dan kuharap hanya maut yang dapat memisahkan kita.

Kepadamu yang telah mendidikku...
Terimakasih telah menanamkan nilai, moral dan ilmu kepadaku
Agar ku dapat menggapai dedikasiku, serta bermanfaat bagi lingkungan.

Kepadamu yang pernah mengisi hatiku...
Terima kasih telah singgah dihatiku walau hanya sesaat.
Semoga kita dapat memetik hikmah sebagai bekal di masa depan.

Kepadamu yang slalu memotivasiku...
Terimakasih telah menjadi sumber inspirasiku dalam segala hal.
Sehingga kudapat selalu tegar dan berdiri di atas kakiku sendiri.
Dan ku berharap semua ini tidak berhenti sampai disini.

Kepadamu yang kelak menjadi ”pemimpin”ku...
Terima kasih atas pilihan dan kepercayaanmu
Semoga Tuhan memberi petunjuk kepadaku dan mempertemukan hati kita,
sehingga dengan cinta kita, kita dapat lebih mendekati cinta-Nya.

Kepada Tuhanku, Rasulku, Bundaku, Ayahku, Sahabatku dan semuanya...
Terima kasih atas cintamu

Minggu, 11 Januari 2009

KETIKA SESAL ITU DATANG PADAKU

by; Nida & Riri

Masih ingatkah dirimu?!?!
Ketika kau datang
Dengan sejuta pesonamu
Kilaumu membutakan hati
Hingga kululuh padamu
Ingin kucoba... kucoba... dan kucoba...

Dan terbanglah semua khayalku
Bersama serbuk kenikmatan semu
Yang mengalir disetiap pembuluh darahku

Dan terbuailah s’gala birahi
Yang bergelayut dicelah kesucian
Kurasa dekapan surga dunia mengelilingiku
Terus... terus... dan terus...

Kini...
Kenapa tubuhku?!?!
Terguncang setiap kali kumencoba
Melepaskan kenikmatan itu
Ketika itu pula kuusadari
Titik-titik hitam bernoda
Disetiap jaringan sel tubuhku

Kenapa kau rusak akal sehatku??
Kenapa kau renggut harga diriku?!?!

Kukatakan kaulah penyebabnya!
Kucoba katakan kaulah biang keladi semua ini !!!
Namun.. haruskah kukatakan
Dirikulah yang bersalah?!?!?

Kini...
Kuterpuruk disini
Mengais sisa-sisa harapan
Mengorek tetes-tetes asa

Tuhan...
Masih tersisakah seberkas cahaya terang
Yang mampu menerangi lilin
Yang telah telah redup ini?

Kini...
Tinggallah seonggok daging busuk
Yang bernyawa
Duduk terpaku menatap
Cahya kemuliaan Illahi...

Kualihkan pandangan kelamku
Mencoba mencari sudut
Berlainan dipenglihatan
Selami heningnya kalbu...

Dibacakan pada acara
Talk Show ”Stop Narkoba n Free sex”
KOPMA PARTY 2005

Sabtu, 03 Januari 2009

DI UJUNG TAUBAT

Dimalam yang sunyi

Hening sejenak

Saat itu kukenang

Rahmat...

Cobaan...

Dan Ujian dari Allah

Subhanallah...3 X

Alunan dzikir

Membawa semua

Tuk kembali ke jalan-Nya

Panggilan Adzan…

mengajak semua

tuk bersujud kepada-Nya

Marilah menuju kemenangan...3X

Akankah kemenangan kita dapatkan

Tanpa usaha?!?!?! Akankah ?!!

Astagfirullah.. 3X

Ya Allah...kami takut ya Allah

Bila kau cabut nyawa ini sekarang juga

Kami hanya sosok

penuh noda...

Penuh dosa...

Penuh nafsu...

Yang tak tau bagaimana

Cara mengendalikannya

Beginilah hamba-Mu

Beginilah makhluk-Mu

Inikah Yang disebut sbagai khalifah?

Wahai insan manusia

Dalam liang kehancuran

Tanamkan kebajikan ’tuk kemudian hari

Hapuskan kepicikan slama ini


Tuhan...Jangan tutup pintu tobat-Mu

Untukku

Allahu akbar... Allahu akbar...

Allahu akbar... Allahu akbar...

Allahu akbar... Allahu akbar...

Allahu akbar... Allahu akbar...

Allahu akbar...